Perangkat Pembelajaran
Laporan ke 6
Nama : Yuliana
Nim : 11901257
Kelas : PAI 4 C
Makul : Magang 1
Perangkat pembelajaran merupukan hal yang harus disiapkan oleh guru sebelum melaksanakan pembelajaran. Dalam KBBI (2007: 17), perangkat adalah alat atau perlengkapan, sedangkan pembelajaran adalah proses atau cara menjadikan orang belajar. Menurut Zuhdan, dkk (2011: 16) perangkat pembelajaran adalah alat atau perlengkapan untuk melaksanakan proses yang memungkinkan pendidik dan peserta didik melakukan kegiatan pembelajaran. Perangkat pembelajaran menjadi pegangan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas, laboratorium atau di luar kelas.
Dalam Permendikbud No. 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah disebutkan bahwa penyusunan perangkat pembelajaran merupakan bagian dari perencanaan pembelajaran. Perencanaan pembelajaran dirancang dalam bentuk silabus dan RPP yang mengacu pada standar isi. Selain itu, dalam perencanaan pembelajaran juga dilakukan penyiapan media dan sumber belajar, perangkat penilaian, dan skenario pembelajaran.
Dari pernyataan diatas dapat kita simpulkan bahwa Perangkat pembelajaran salah satu hal yang disiapkan oleh guru sebelum melakukan kan proses belajar mengajar, perangkat ini itu berupa alat atau perlengkapan pembelajaran itu sebuah proses dalam belajar mengajar contohnya itu menjadikan orang belajar. Perangkat pembelajaran yakni alat atau perlengkapan untuk melakukan sebuah proses dimana guru yang menjadi pendidik sedangkan siswa yang menjadi muridnya ini dalam kegiatan pembelajaran. Perangkat pembelajaran ini bisa menjadi pegangan dari guru dalam melaksanakan pembelajaran itu di kelas laboratorium ataupun diluar kelas.
a. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Menurut Munif Chatib (2013: 192) rencana pembelajaran atau lesson plan adalah perencanaan yang dibuat oleh guru sebelum melaksanakan pembelajaran yang di dalamnya terdapat strategi yang akan digunakan untuk memberikan materi. Struktur lesson plan terdiri dari tiga bagian yaitu (1) header atau pembuka yang isinya dibagi menjadi dua, identitas dan silabus; (2) content atau isi yang dibagi menjadi apersepsi, strategi mengajar, prosedur aktivitas, teaching aids, sumber belajar, dan proyek; (3) footeri atau penutup, terdiri dari rubrik penilaian dan komentar guru. Rencana pelaksanaan pembelajaran adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD).
Menurut Permendikbud No. 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum Pedoman Umum Pembelajaran, bahwa tahap pertama dalam pembelajaran menurut standar proses yaitu perencanaan pembelajaran yang diwujudkan dengan kegiatan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Selanjutnya dijelaskan bahwa RPP adalah rencana pembelajaran yang dikembangkan secara rinci dari suatu materi pokok atau tema tertentu yang mengacu pada silabus. RPP mencakup beberapa hal yaitu: (1) Data sekolah, mata pelajaran, dan kelas/ semester; (2) Materi Pokok; (3) Alokasi waktu; (4) Tujuan pembelajaran, KD dan indikator pencapaian kompetensi; (5) Materi pembelajaran; metode pembelajaran; (6) Media, alat dan sumber belajar; (7) Langkah-langkah kegiatan pembelajaran; dan (8) Penilaian.
Dari pemaparan di atas dapat kita simpulkan bahwa RPP atau bisa kita sebut sebagai rencana pelaksanaan pembelajaran yaitu suatu perencanaan yang dibuat sendiri oleh gurunya nya sebelum melaksanakan atau melakukan pembelajaran di dalam rpp itu juga terdapat strategi Sehingga dalam strategi itu bisa digunakan untuk memberikan materi. RPP atau rencana pelaksanaan pembelajaran itu memiliki tiga struktur yang bagian pertama yakni header yang berarti pembuka di pembuka ini ini dibagi lagi menjadi dua yaitu ada identitas dan Silabus. Yang bagian kedua yaitu ada content yang berarti isi nah isi ini dibagi lagi menjadi 7 yaitu ada apersepsi, strategi mengajar, prosedur, aktivitas, teaching aids, sumber belajar, dan proyek. Yang bagian ketiga itu ada footeri yang berarti penutup nah di penutup ini ada dua yaitu rubrik penilaian dan komentar guru. RPP ini dikembangkan dari silabus yang mengarahkan kegiatan pembelajaran siswa dalam upaya mencapai KD atau kompetensi kompetensi dasar. RPP ini dikembangkan dengan rinci dari materi pokok yang mengacu pada silabus, ada beberapa hal yang mencakup RPP yaitu pertama Data sekolah, mata pelajaran, dan kelas atau semester yang kedua yaitu materi pokok yang ketiga itu alokasi waktu yang keempat tujuan pembelajaran, KD dan indikator pencapaian kompetensi yang kelima materi pembelajaran, metode pembelajaran yang ke-6 itu ada media, alat dan sumber belajar yang ketujuh ada langkah langkah kegiatan pembelajaran yang delapan ada penilaian.
b. Lembar Kerja Siswa (LKS)
Menurut Depdiknas (2007), LKS adalah lembaran yang berisi tugas yang harus dikerjakan oleh siswa. Tugas yang diperintahkan dalam LKS harus mengacu pada kompetensi dasar yang akan dicapai siswa. Tugas tersebut dapat berupa tugas teoritis dan tugas praktis (Abdul Majid, 2008: 176-177). LKS digunakan sebagai sarana untuk mengoptimalkan hasil belajar peserta didik dan meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam proses belajar-mengajar.
Dari pemaparan di atas dapat kita simpulkan bahwa lembar kerja siswa atau bisa disebut dengan LKS yaitu lembaran yang berisikan tugas yang dikerjakan oleh peserta didik. Nah di dalam LKS ini tugas itu harus mengacu pada kompetensi dasar yang akan dicapai oleh peserta didik. Ada beberapa macam tugas Yaitu tugas teoritis dan tugas praktis titik dapat digunakan untuk sarana dalam mengoptimalkan hasil belajar peserta didik meningkatkan keterlibatan dan keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran.
c. Media Pembelajaran
Media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran untuk menyampaikan materi pelajaran. Media pembelajaran merupakan unsur yang tidak terpisahkan dari RPP dan dirancang sejak awal dengan berbagai pertimbangan. Slavin (2011: 68) menyatakan bahwa media pembelajaran merupakan salah satu wujud penerapan teknologi dalam pendidikan. Menurut Slavin, setidaknya ada tiga jenis penerapan teknologi dibidang pendidikan. Pertama, guru menggunakan teknologi ke dalam pengajaran mereka di dalam kelas untuk merencanakan pengajaran yang menyajikan isi pelajaran kepada siswa mereka. Kedua, guru menggunakan teknologi untuk menjajaki, melatih dan menyiapkan makalah presentasi. Ketiga, guru dan pengurus menggunakan teknologi untuk mengerjakan tugas administrasi yang terkait dengan profesi mereka seperti penilaian, pembuatan catatan, pelaporan dan tugas pengelolaan.
Media pendidikan sangat penting sekali untuk menunjang pencapaian tujuan pendidikan. Oemar Hamalik (2004 : 194) dalam teorinya “Kembali ke Alam” menunjukan betapa pentingnya pengaruh alam terhadap perkembangan peserta didik. Menurut Oemar Hamalik (2004: 195) Lingkungan (environment) sebagai dasar pengajaran adalah faktor kondisional yang mempengaruhi tingkah laku individu dan merupakan faktor belajar yang penting. Lingkungan yang berada disekitar kita dapat dijadikan sebagai sumber belajar. Lingkungan meliputi: Masyarakat disekeliling sekolah; Lingkungan fisik disekitar sekolah, bahan-bahan yang tersisa atau tidak dipakai, bahan-bahan bekas dan bila diolah dapat dimanfaatkan sebagai sumber atau alat bantu dalam belajar, serta peristiwa alam dan peristiwa yang terjadi dalam masyarakat. Jadi, media pembelajaran lingkungan adalah pemahaman terhadap gejala atau tingkah laku tertentu dari objek atau pengamatan ilmiah terhadap sesuatu yang ada di sekitar sebagai bahan pengajaran siswa sebelum dan sesudah menerima materi dari sekolah dengan membawa pengalaman dan penemuan dengan apa yang mereka temui di lingkungan mereka.
Dari pemaparan diatas dapat kita simpulkan bahwa media pembelajaran yaitu alat yang membantu proses pembelajaran dalam menyampaikan materi pelajaran. Media pembelajaran ini tidak tidak dapat dipisahkan dari RPP istilahnya sudah saling berkaitan, media pembelajaran ini dirancang sejak awal pembelajaran dengan berbagai pertimbangan yang ada. Media pembelajaran ini bisa berbentuk teknologi dan berbentuk lingkungan untuk teknologi menurut para ahli yaitu ada tiga jenis penerapan teknologi di pendidikan yang pertama itu guru dapat menggunakan teknologi ke dalam pengajaran yang merencanakan pengajaran yang berisikan pelajaran atau materi yang kedua guru bisa menggunakan teknologi itu untuk menjajaki melatih dan menyiapkan makalah presentasi yang ketiga itu guru dan pengurus dapat menggunakan teknologi itu untuk keperluan administrasi. Media pendidikan ini sangat penting sekali untuk menjadikan tunjangan pencapaian tujuan pendidikan untuk media pembelajaran yang kedua itu ada lingkungan lingkungan itu bisa juga berpengaruh penting untuk perkembangan peserta didik lingkungan Ini bisa juga menjadi dasar pengajaran yang mempengaruhi tingkah laku dari peserta didik ini juga menjadikan faktor belajar yang sangat penting.
Nah selain teknologi yang begitu pesat lingkungan juga bisa menjadi media pembelajaran karena bisa tidak dapat kita pungkiri bahwasanya tidak semua daerah itu memiliki akses internet yang stabil maka dengan adanya lingkungan dapat dijadikan media dalam pembelajaran, lingkungan yang berada di sekitar kita itu juga bisa dijadikan sebagai sumber belajar contohnya itu bisa dari lingkungan fisik sekolah bisa masyarakat bisa bahan-bahan yang tersisa atau yang tidak dipakai bisa juga bahan-bahan bekas nah semua itu tuh bisa dapat kita olah dan kita manfaatkan sebagai sumber belajar jadi lingkungan itu bisa menjadi alat bantu dalam proses pembelajaran jadi lingkungan sekitar itu juga bisa menjadi bahan atau sumber belajar untuk siswa guna mencapai tujuan belajar.
d. Instrumen Penilaian
Menurut Slavin (2011: 262) penilaian adalah pengukuran sejauh mana siswa telah mempelajari tujuan yang ditetapkan bagi mereka. Penilaian dapat dilakukan dengan melakukan ulangan harian, mengajukan pertanyaan langsung ke siswa, memperhatikan proses pembelajaran siswa dengan menulis esai, melukis atau menginstal komputer. Menurut Jacobsen, dkk. (2009: 209) penilaian merupakan teknik-teknik yang dilakukan untuk menentukan apakah siswa sudah mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan selama tahap pembelajaran. Penilaian ini mencakup semua proses yang dilibatkan dalam membuat keputusan-keputusan tentang kemajuan pembelajaran siswa. Proses ini termasuk pengamatan atas tugas tertulis siswa, jawaban-jawaban atas pertanyaan yang diajukan di dalam kelas, maupun tingkah laku siswa dalam menyelesaikan masalah yang diberikan oleh guru (teacher-made test) atau tes-tes yang telah terstandarisasi (standarized test). Hasil dari penilaian ini akan menjadi bahan untuk memberikan umpan balik yang akan diberikan ke siswa. Penilaian yang baik meniscayakan kesistematisan dan berkelanjutan.
Penilaian bertujuan untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar peserta didik. Dalam Permendikbud No. 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum Pedoman Umum Pembelajaran dijelaskan bahwa penilaian dalam setiap mata pelajaran meliputi kompetnsi pengetahuan, kompetensi keterampilan dan kompetensi sikap. Penilaian dilakukan berdasarkan indikator-indikator pencapaian hasil belajar dari masing-masing domain tersebut. Ada beberapa teknik dan instrumen penilaian yang digunakan untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan peserta didik baik berupa tes maupun non-tes antara lain tes tertulis, penilaian unjuk kerja, penilaian sikap, penilaian hasil karya, penilaian portofolio dan penilaian diri.
Dari pemaparan di atas dapat kita simpulkan bahwa Instrumen penilaian itu merupakan suatu pengukuran sejauh mana didik atau siswa setelah mencapai tujuan yang ditetapkan. Penilaian ini tuh ada beberapa yang dapat kita lakukan yaitu bisa berupa ulangan harian, bisa mengajukan Pertanyaan langsung ke siswa, memperhatikan proses pembelajaran siswa dengan menulis esai, melukis atau menginstal komputer. Nah hasil dari penilaian ini bisa dijadikan bahan untuk memberikan umpan balik yang akan diberikan kepada siswa. Penilaian ini dilakukan an berdasarkan indikator-indikator pencapaian hasil belajar dari masing-masing dominan. Ada juga beberapa teknik dan Instrumen penilaian yang digunakan untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan peserta didik bisa berupa tes, non tes antara lainnya ada tes tertulis, penilaian unjuk kerja, penilaian sikap, penilaian hasil karya, penilaian portofolio dan penilaian diri.
Refrensi :
Rajabi Muhammad dan Ekohariadi, I.G.P. Asto Buditjahjanto, Pengembangan perangkat pembelajaran instalasi sistem operasi dengan model pembelajaran berbasis proyek, Jurnal Pendidikan Vokasi: Teori dan Praktek, Vol.3 No.1, Thn. 2015, hlm. 49-50.
Masitah, Pengembangan Perangkat Pembelajaran untuk Memfasilitasi Guru Menumbuhkan Rasa Tangung Jawab Siswa SD terhadap Masalah Banjir, Jurnal Proceeding Biology Education Conference, Vol.15, No.1, Thn. 2018, hlm.41-42.
Komentar
Posting Komentar