Karakteristik Peserta Didik

 

Laporan ke 8

Nama : Yuliana

Nim : 11901257

Kelas : PAI 4 C

Makul : Magang 1

            Seorang guru dalam proses perencanaan pembelajaran perlu memahami tentang karakteristik dan kemampuan awal peserta didik. Analisis kemampuan awal peserta didik merupakan kegiatan  mengidentifikasi peserta didik dari segi kebutuhan dan karakteristik untuk menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan perilaku atau  tujuan dan materi. Karakteristik peserta didik didefinisikan sebagai ciri dari kualitas perorangan peserta didik yang ada pada umumnya meliputi antara lain kemampuan akademik, usia dan tingkat kedewasaan, motivasi terhadap mata pelajaran, pengalaman, ketrampilan, psikomotorik, kemampuan kerjasama, serta kemampuan sosial (Atwi Suparman, 2001: 123).  Disamping pemahaman karakteristik umum diatas, terdapat juga karakteristik khusus yang disebut dengan non konvesional yang meliputi kelompok minoritas (suku), cacat, serta tingkat kedewasaan. Hal ini berpengaruh pada penggunaan bahasa, penghargaan atau pengakuan, perlakuan khusus, dan metode strategi dalam proses pengajaran.

          Dari pemaparan diatas dapat kita simpulkan bahwa karakteristik peserta didik yaitu kemampuan atau kelakuan yang dimiliki oleh peserta didik Adapun kemampuannya yaitu di akademik, usia, dan tingkat kedewasaan, motivasi terhadap mata pelajaran, pengalaman keterampilan, psikomotorik kemampuan kerjasama dan kemampuan sosial Nah itulah tadi karakteristik umum peserta didik ada juga karakteristik dari peserta didik itu yaitu ada kelompok minoritas, cacat serta tingkat kedewasaan dalam hal ini dapat berpengaruh pada penggunaan bahasa, penghargaan atau pengakuan, perlakuan khusus dan metode strategi dalam proses pengajaran.

                                                                                                                                                                           

            Karakteristik peserta didik Ada dua karakteristik kemampuan awal peserta didik yang perlu dipahami oleh guru yakni:

1)        Latar belakang akademik

a. Jumlah peserta didik

          Guru perlu mengetahui beberapa jumlah peserta didik yang akan diajar untuk mengetahui apakah mengajar pada kelas kecil atau kelas besar. Pemahaman guru terhadap jumlah  peserta didik akan mempengaruhi persiapan guru dalam menentukan materi, metode, media, waktu yang dibutuhkan, dan evaluasi pembelajaran yang dilaksanakan. Untuk  mengetahui jumlah peserta didik maka guru dapat berkoordinasi dengan bagian akademik.

b.      Latar belakang peserta didik

            Pemahaman guru terhadap latar belakang peserta didik seperti latar belakang keluarga, ekonomi, tingkat hobi dan lain sebagainya juga berpengaruh terhadap proses perumusan  perencaan sistem pembelajaran. Untuk memperoleh data tentang latar belakang peserta didik dapat diperoleh melalui pengisian biodata oleh peserta didik.

c.       Indeks prestasi

       Indeks prestasi peserta didik juga menjadi penting untuk diketahui oleh guru, agar materi yang di diberikan sesuai dengan kemampuan:

·         Dapat disesuaikan dengan tingkat prestasi yang mereka miliki.

·       Bahkan peserta didik yang memiliki tingkat prestasi yang homogen dapat ditempatkan pada kelas yang sama.

·     Guru juga bisa mempertimbangkan tingkat keluasaan dan  kedalaman materi yang disampaikan dengan prestasi yang dimiliki peserta didik. Untuk mengetahui indeks prestasi peserta didik dapat diperoleh melalui nilai raport sebelumnya atau seleksi kemampuan awal peserta didik yang diselenggarakan oleh lembaga.

d.       Tingkat intelegensi

 Memahami tingkat intelegensi peserta didik juga dapat mengukur dan memprediksi:

  • Tingkat kemampuan mereka dalam menerima materi pelajaran.
  •  Mengukur tingkat kedalaman dan keluasan materi.
  • Bahkan dengan memahami tingkat intelegensi peserta didik guru dapat menyusun materi, metode, media, serta tingkat kesulitan evaluasi terhadap tingkat intelegensi peserta didik.   Tingkat intelegensi peserta didik dapat diperoleh melalui tes intelegensi peserta didik atau tes potensi akademik.

e.       Keterampilan membaca

         Salah satu kecakapan yang harus dimiliki oleh peserta didik dalam belajar adalah ketrampilan membaca. Ketrampilan membaca adalah menyangkut tentang kemampuan peserta didik dalam menyimpulkan secara tepat dan akurat tentang bahan bacaan yang mereka baca. Untuk mengetahui tingkat ketrampilan membaca peserta didik dapat dilakukan melalui tes membaca dan menyimpulkan bahan bacaan dalam rentang waktu yang telah ditentukan.

f.        Nilai ujian

             Nilai ujian Juga dapat dijadikan sebagai pedoman untuk memahami karakteristik awal peserta didik. Untuk  memperoleh nilai ujian peserta didik perlu dilakukan kemampuan awal peserta didik terhadap mata pelajaran yang diampu oleh guru yang bersangkutan.

g.      Kebiasaan belajar/ gaya belajar

         Aspek lain yang perlu diperhatikan oleh guru dalam proses pembelajaran adalah memahami gaya belajar peserta didik atau disebut juga dengan learning style. Gaya belajar mengacu pada cara belajar yang lebih disukai oleh peserta didik. Dalam proses pembelajaran, banyak para peserta didik yang mengikuti belajar pada mata pelajaran tertentu, diajar dengan menggunakan strategi yang sama, akan tetapi mempunyai tingkat pemahaman yang berbeda-beda. Perbedaan ini tidak hanya disebabkan oleh tingkat kecerdasan peserta didik yang berbeda-beda, akan tetapi ditentukan oleh cara belajar yang dimiliki oleh masing-masing peserta didik. Seorang peserta didik yang senang membaca, kurang terbiasa belajar dengan baik jika dia harus mendengarkan ceramah atau diskusi.

           Demikian juga, peserta didik yang senang bergerak atau melalui berdiskusi tidak akan belajar dengan baik jika dia harus mendengarkan ceramah dari para guru. Lebih lanjut, gaya belajar atau learning style sering diartikan sebagai karakteristik dan preferensi atau pilihan peserta didik mengenai cara mengumpulkan informasi, menafsirkan, mengorganisir, merespon, dan memikirkan informasi tersebut (Hisyam Zaini, 2002: 45). Keanekaragaman gaya belajar peserta didik perlu diketahui oleh para guru pada awal belajar. Sehingga guru memiliki dasar dalam menentukan pendekatan dan media pembelajaran sangat ditentukan oleh kesesuaian antara pendekatan pembelajaran berdasarkan tingkat perkembangan psikologis dengan gaya belajar yang disukai oleh para peserta didik. Adapun prinsip efektivitas pembelajaran adalah kesesuaian pendekatan mengajar seorang guru dengan gaya belajar peserta didik.

h.      Minat belajar

           Minat belajar juga dapat dijadikan sebagai tolak ukur dalam memahami karakteristik peserta didik. Hal ini dilakukan agar guru dapat memprediksi atau melihat tingkat antusias peserta didik terhadap pembelajaran yang disampaikan. Oleh sebab itu guru perlu melakukan  wawancara atau pengisian angket, agar dapat merangkum seluruh penilaian yang mencerminkan tentang minat peserta didik terhadap mata pelajaran yang akan disampaikan.

i.        Harapan atau keinginan peserta didik

           Harapan atau keinginan peserta didik terhadap mata pelajaran yang akan diberikan juga bisa dijadikan sebagai patokan guru dalam memahami karakteristik peserta didik. Hal ini dapat dilakukan dengan meminta peserta didik untuk mengemukakan pendapatnya tentang harapan mereka terhadap mata pelajaran yang akan diberikan, suasana yang diinginkan, serta tujuan yang ingin diperoleh dari mata pelajaran yang disajikan.

j.         Lapangan kerja yang diinginkan

         Hal ini yang dapat dilakukan dengan pengisian angket. Sehingga berdasarkan informasi ini seorang guru dapat memberikan bimbingan dan motivasi terhadap peserta didik dalam upaya pencapaian cita-cita mereka inginkan (Kemp, 1998: 131).

            Dari pemaparan di atas dapat kita simpulkan bahwa karakteristik peserta didik ini memiliki dua karakteristik kemampuan awal peserta didik yang guru sendiri itu harus memahami. Yang pertama itu latar belakang akademik di dalam latar belakang akademik ini ada jumlah peserta didik sebagai guru harus mengetahui Berapa banyak atau berapa jumlah siswa kita yang akan kita ajarkan sehingga kita dapat mengetahui apakah mengajar pada kelas kecil atau pun besar. Pemahaman dari jumlah peserta didik ini dapat mempengaruhi dari kesiapan atau persiapan guru dalam menentukan materi, metode, media dan waktu dan evaluasi pembelajaran dari mana kita mengetahui jumlah peserta didiknya yaitu dari bagian akademik guru berkoordinasi dengan akademik. Nah setelah jumlah peserta didik guru harus memahami latar belakang dari peserta didik dari latar belakang keluarga, ekonomi, tingkat hobi dan lain-lainnya dengan itu maka berpengaruh terhadap proses perumusan perencanaan sistem pembelajaran anne-marie mana caranya melihat kata belakang peserta didik itu melalui pengisian biodata oleh peserta didik.

            Nah setelah latar belakang peserta didik guru harus memahami indeks prestasi prestasi dari siswa merupakan salah satu bagian penting untuk diketahui oleh guru karena agar materi yang diberikan oleh guru itu sesuai dengan kemampuan peserta didik. Setelah indeks prestasi guru harus memahami tingkat intelegensi yaitu memahami intelegensi dengan cara mengukur dan memprediksi peserta didik dengan Tingkat kemampuan mereka dalam menerima materi pelajaran, mengukur tingkat kedalaman dan keluasan materi nya , guru dapat menyusun materi, metode, media serta tingkat kesulitan evaluasi terhadap tingkat intelegensi peserta didik darimana tingkat intelegensi peserta didik diperoleh oleh guru yaitu dari tes Intelegensi peserta didik atau tes potensi akademik.

            Setelah tingkat intelegensi guru harus memahami keterampilan membaca salah satu kecakapan yang harus dimiliki oleh peserta didik atau siswa yaitu keterampilan membaca karena keterampilan membaca adalah menyangkut tentang kemampuan peserta didik dalam menyimpulkan secara tepat dan akurat tentang bahan bacaan yang mereka baca Bagaimana caranya kita dapat mengetahui tingkat keterampilan dari peserta didik ini yaitu melalui tes membaca dan menyimpulkan bahan bacaan dalam rentang waktu yang telah ditentukan oleh guru tersebut. Setelah keterampilan membaca ada namanya nilai ujian Guru harus memahami nilai ujian yaitu nilai ujian dijadikan sebagai pedoman untuk memahami karakteristik awal peserta didik untuk memperoleh nilai ujian peserta didik guru itu dapat melakukan kemampuan awal peserta didik dengan mata pelajaran yang diampu oleh guru yang bersangkutan. Setelah nilai ujian Guru harus memahami kebiasaan belajar atau gaya belajar dari peserta didiknya, guru harus perlu memperhatikan proses pembelajaran dan memahami gaya belajar dari peserta didik atau siswa.

            Gaya belajar ini mengacu pada cara belajar yang disukai oleh peserta didik dalam proses belajar-mengajar banyak sekali peserta didik yang mengikuti mata pelajaran tertentu saja yang diajarkan dengan menggunakan strategi yang sama akan tetapi peserta didik itu mempunyai tingkat pemahaman yang berbeda-beda tidak hanya tingkat kecerdasannya yang berbeda tetapi cara belajar dari peserta didik ini sangatlah berbeda-beda tergantung dari masing-masing peserta didik nah dari keanekaragaman gaya belajar peserta didik guru harus mengetahui awal belajarnya sehingga guru ini memiliki dasar dalam menentukan pendekatan dan media pembelajaran yang yang sesuai sehingga guru dapat menentukan pendekatan pembelajaran berdasarkan tingkat perkembangan psikologis dengan gaya belajar yang disukai oleh peserta didiknya. Setelah kebiasaan belajar atau gaya belajar guru harus memahami minat belajar dari siswa belajar ini juga dapat dijadikan sebagai tolak ukur dalam memahami karakteristik dari peserta didik juga dapat memprediksi atau melihat tingkat antusias peserta didik terhadap pembelajaran yang disampaikan guru dapat melakukan wawancara atau pengisian angket.

            Setelah minat belajar guru harus memahami harapan atau keinginan dari peserta didik tidak hanya harapan atau keinginan guru peserta didik juga memiliki harapan atau keinginan terhadap mata pelajaran yang akan diberikan ke peserta didik menjadi patokan dalam memahami karakteristik dari peserta didik guru juga bisa meminta peserta didik untuk mengungkapkan pendapatnya terhadap harapan mereka terhadap mata pelajaran yang akan diberikan suasana yang diinginkan serta tujuan yang ingin diperoleh dari mata pelajaran yang disajikan. Setelah harapan atau keinginan peserta didik guru harus memahami lapangan kerja yang diinginkan Bagaimana cara mengetahuinya yaitu dengan cara melakukan pengisian angket dengan pengisian ini gurulah yang memberikan informasi dan dapat memberikan bimbingan dan motivasi terhadap peserta didik dalam mengupayakan pencapaian cita-cita yang peserta didik inginkan.

Referensi  :  Taufik Ahmad, Analisis karakteristik peserta didik, Jurnal el-Ghiroh, Vol. XVI, No. 01, Thn. 2019, hlm. 2-6.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kultur Sekolah

Strategi Pembelajaran

Perangkat Pembelajaran